Alternatif Makanan Bayi 10 Bulan

Alternatif Makanan Bayi 10 Bulan
Pixabay.com

Sebagian besar bayi sudah mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) mulai usia 6 bulan. Pada usia tersebut bayi mulai dapat mengonsumsi yogurt karena bermanfaat memberikan asupan protein, vitamin, dan tentunya kalsium. Meski memiliki segudang manfaat, banyak dokter menyarankan yogurt sebagai makanan bayi 10 bulan ke atas. Jadi sebaiknya Bunda mengurangi atau bahkan menghindari pemberian yogurt pada bayi yang masih berusia di bawah 10 bulan.

Tips menggunakan yogurt sebagai makanan bayi 10 bulan

Pixabay.com

Yogurt memang sangat kaya akan nutrisi yang baik untuk menunjang tumbuh kemabng buah hati. Namun ada beberapa kondisi yang sebaiknya menjadi perhatian Bunda saat memilih yogurt sebagai alternatif makanan bayi. Berikut ini penjelasannya.

Yogurt tanpa rasa (plain yoghurt)

Sebagai makanan pendamping ASI, sebaiknya Bunda memilih jenis yogurt tanpa rasa maupun tambahan gula atau plain yoghurt. Sebenarnya gula sudah memiliki kandungan gula alami berupa laktosa sehingga tidak perlu lagi ditambahkan pemanis. Selain itu, tambahan pemanis atau gula dapat menyebabkan obesitas dan kerusakan gigi pada bayi. Maka dari itu, Bunda harus lebih cermat memeriksa label komposisi untuk mengetahui ada tidaknya kandungan pemanis tambahan dalam yogurt. Jenis pemanis tambahan yang harus Bunda hindari, antara lain sirup jagung, pemanis jagung, tebu kristal atau tetes tebu, molase, fruktosa, dekstrosa, sukrosa, maltosa, glukosa, dan jus buah konsentrat.

Meski madu merupakan pemanis alami, Bunda tidak disarankan untuk memberikannya pada bayi yang belum genap satu tahun karena dapat menyebabkan botulisme. Jika ingin menambahkan rasa manis pada yogurt, sebaiknya Bunda menggunakan buah-buahan yang telah dilembutkan. Manis alami buah akan memberikan cita rasa yang berbeda pada yogurt yang dikonsumsi si Kecil. selain itu, buah-buahan seperti pisang dan alpukat juga sangat baik dikonsumsi sebagai makanan pendamping ASI karena mengandung banyak vitamin dan mineral.

Yogurt yang mengandung lemak

Lemak dalam yogurt merupakan salah satu asupan yang dapat membantu menunjang pertumbuhan si Kecil. Jadi, hindari memberikan yogurt tanpa lemak karena bayi berusia kurang dari dua tahun masih sangat membutuhkan banyak kalori dan lemak sehat.

Yogurt terbuat dari bahan alami

Yogurt terbaik tentunya harus terbuat dari bahan susu sapi murni dan mengandung bakteri baik probiotik. Bunda juga sebaiknya memastikan bahwa yogurt yang Bunda pilih sudah melewati proses pasteurisasi sehingga terjaga higienitasnya.

Hal lain yang perlu Bunda perhatikan sebelum memberikan yogurt pada si Kecil adalah ada tidaknya reaksi alergi. Bunda dianjurkan untuk konsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah si Kecil alergi terhadap susu maupun produk olahannya sehingga konsumsinya menjadi lebih aman. Manfaat yang diperoleh pun akan lebih optimal.

Manfaat yogurt untuk bayi

Pixabay.com

Yogurt mengandung protein, kalsium, vitamin, lemak, serta probiotik yang baik dalam menunjang proses tumbuh kembang. Nutrisi tersebut sangat berguna bagi kesehatan selama masa pertumbuhan si Kecil. Berikut ini manfaat yogurt serta penjelasannya.

  • Menyehatkan saluran pencernaan

Yogurt mengandung bakteri probiotik atau bakteri baik, seperti Bifidobacterium lactis dan Lactobacillus acidophilus. Bakteri tersebut akan membantu memperlancar sistem pencernaan si Kecil sekaligus meningkatkan kesehatannya. Bifidobacterium lactis membantu mencegah sembelit atau susah buang air besar serta menurunkan risiko Irritable Bowel Syndrome (IBS). Sedangkan Lactobacillus acidophilus bermanfaat untuk mengurangi gejala intoleransi terhadap laktosa. Selain itu, yopgurt juga mengandung bakteri Streptococcus thermophilus yang dapat meredakan kembung dan kram perut pada bayi.

  • Meredakan gejala diare

Bakteri baik yang terkandung dalam yogurt bermanfaat mengurangi infeksi bakteri, durasi serta gejala diare pada si Kecil. Bakteri baik dalam yogurt juga mampu melindungi saluran pencernaan dari infeksi akibat bakteri E.Coli, Salmonella, Shigella, dan Rotavirus.

  • Meningkatkan daya tahan tubuh

Bayi memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk menjaga sistem imun si Kecil tetap prima dengan memberikan yogurt. Probiotik, asam laktat, serta vitamin A dan D yang terkandung dalam yogurt dapat membantu meningkatkan kinerja daya tahan tubuh si Kecil.

  • Menjaga kesehatan tulang

Kalsium, fosfor, magnesium, protein pengikat zat besi dan laktoferin, serta vitamin D dalam yogurt mampu memicu peningkatan aktivitas sel osteoblas yang berguna untuk pembangunan tulang. Sebaliknya, kandungan tersebut mampu menekan aktivitas sel osteoklas yang dapat melerai tulang. Oleh karena itu, konsumsi yogurt dipercaya dapat menurunkan risiko pengeroposan tulang (osteoporosis) di masa mendatang.

  • Mengatasi insomnia atau sulit tidur

Bunda barangkali sering mendapati si Kecil susah tidur saat malam hari. Yogurt dapat membantu mengatasi masalah tersebut dengan kandungan vitamin B kompleks dan tripofinnya. Vitamin B kompleks dan tripofin bekerja merangsang peningkatan produksi serotonin (neurotransmiter pengendali pola tidur). Selain itu, yogurt jugs mengandung magnesium yang memiliki efek menenangkan sehingga bayi bisa tidur lebih nyenyak dan tenang.

Memberikan yogurt pada bayi membawa banyak manfaat, baik untuk sistem pencernaan maupun kesehatan tulang. Meski begitu, Bunda perlu mengimbangi asupan si Kecil dengan jenis makanan lain. Bunda dapat memilih bubur bayi organik sebagai alternatif. Bubur tersebut menawarkan banyak nutrisi yang baik untuk perkembangan fisik maupun otak si Kecil.